Mereka Takut Kalau Andik Vermansyah Di Mainkan

Jadilah suporter yg berani berkata "TIDAK" untuk mafia bola
Bonek-Suroboyo - Usai sudah laga Timnas melawan Arab Saudi. Dan akhirnya Indonesia di tekuk 1-2. Beruntung Indonesia memiliki kiper Kurnia Meiga yang semalam bermain cemerlang. Dan beruntung Arab Saudi bermain di bawah form, jauh penampilannya ketika menghajar malaysia 1-4, bahkan jauh lebih bagus penampilannya ketika Arab Saudi di hajar 0-2 oleh Iraq (Catatan : Indonesia hanya kalah 0:1 lawan Iraq, dengan pemain seadanya).

Tentang pertandingan semalam, saya kok meragukan jika selama ini Rahmad Darmawan di sebut - sebut sebagai pelatih yang berkualitas dan nomor 1 di Indonesia. Keterlambatan memasukkan Bustomi dan tidak memasang Firman Utina di lapangan tengah adalah MURNI kesalahan strategi RD. Ok lah, pelatih lebih tahu kondisi pemain di lapangan, tapi INDONESIA melihat betapa buruk-nya penampilan Ponaryo Astaman dan Wanggai semalam harusnya pelatih cepat tanggap. Begitu juga terlambatnya memasang Greg Nwokolo juga membuktikan buruknya kualitas Rahmad Darmawan. Terbukti Indonesia mampu bermain bola dengan benar ketika Bustomi dan Greg Nwokolo masuk ke lapangan. Pola permainan yang lebih hidup baru terasa ketika Bustomi dan Greg masuk, itupun si Popon masih tetep bermain di lapangan. Soal Bustomi, Greg, Popon dan Firman Utina adalah MURNI kebodohan Rahmad Darmawan sebagai Pelatih Kepala.

Lalu bagaimana dengan Andik Vermansyah ?
Ini yg menarik !! Disaat permainan Indonesia yang tidak berkutik menghadapi Arab Saudi, terutama lemah-nya sayap TIMNAS garuda di babak pertama, pelatih manapun yg mendampingi tim di lapangan, pasti memasukkan Andik Vermansyah menggantikan M. Ridwan yg sudah megap-megap di lapangan. Semua yang menyaksikan pertandingan semalam pasti punya penilaian yg sama (baca: kecuali yg di butakan), bahwa Ridwan adalah titik kelemahan Indonesia, selain Ponaryo Astaman yg cuman bisa plonga-plongo gak tahu harus berbuat apa. Publik senayan bahkan sempat menggemakan suara : ANDIK.. ANDIK .. ANDIK, tetapi RD belum juga memasukkan AV21. Apakah ini kesalahan pelatih ? - Belum Tentu!!. Lalu ?? - Karena mereka sangat ketakutan kalau sampai Andik Vermansyah di mainkan. Yup... Takut !!. Siapa mereka ?? - Mereka adalah para Mafia-Mafia bola yang tidak mau kehilangan muka di depan publik.

Kawan.....
Marilah kita tengok ke belakang... Resim lama sebetulnya ingin ... dan sangat ingin membuktikan pada publik bola di Indonesia, bahwa pemain-pemain dari ISL lah yang lebih baik dan mampu berbicara banyak.. di bandingkan pemain IPL. Makanya pertandingan semalam 100% di perkuat oleh pemain dari ISL. Irfan Bachdim masuk pun sudah bukan membawa bendera IPL. Pada babak I bagaimana amburadul-nya permainan TIMNAS sudah keliatan, orang bego pun bisa menilai... ternyata cuman segitu doang yg mereka gembor-gemborkan. Hanya 1 minggu latihan yg di jadikan alasan itu BULSITT, mereka adalah pemain-pemain lama bahkan usang yg sudah sangattttt lamaaaaaaaaa bermain bareng di TIMNAS, jadi cuman berkumpul 1 minggu itu hanya alasan BASI aja. Bisa di bayangkan jika ANDIK VERMANSYAH masuk di babak ke-2 dan ternyata mampu merubah tempo dan pola permainan, permainan yang LOYO di babak pertama (100% pemain ISL) dan kemudian tiba-tiba jadi lebih bersemangat di babak kedua setelah Andik masuk.. bahkan mampu mencetak gol atau hanya sekedar memberikan aksis buat Serginho Van D dan Boas, kemudian publik senayan berbalik mengelu-elukan Andik Vermansyah....dan mencemooh pemain-pemain ter-jegeerr andalan KPSI.... Itulah ketakutan yang LUAR BIASA dari kubu Mafia. Mereka tidak mau kehilangan MUKA (Heran muka tembok kok punya rasa malu). Mereka tidak ingin melihat kenyataan bahwa pemain-pemain NON ISL memberikan kontribusi NYATA buat TIMNAS. Inilah INDONESIA..... This Is Indonesia... Indonesia yang sudah di kuasai orang-orang yang sangat ambisi dalam kekuasaan. Kekuasaan yg lebih besar, sementara Sepak Bola hanya sebuah batu loncatan saja untuk mencari simpatik.... Sepak Bola hanya jadi korban, kasian benar publik bola indonesia yang sudah sangat haus prestasi...... lebih kasian lagi publik bola atau masyarakat bola yang di butakan dan mudah di bodohin oleh mafia-mafia ini.

Mungkin ada pertanyaan, lalu kenapa Andik Vermansyah dan Taufiq tetap di panggil dan bahkan tetep lolos dalam seleksi tim. Ini cuman buat pencitraan pada publik aja, bahwa rekonsiliasi yg di gagas Roy Suryo bener-bener berjalan. Apalagi Andik dan Taufiq ini kan pemain Persebaya 1927 dan menjadi kebanggan Bonek yg selama ini paling berani dan Vokal pada mafia-mafia bola itu.Mungkin dengan mempertahankan Andik dan Taufiq dalam skuad Garuda, di harapkan mampu meredam BONEK yang selama ini paling Vokal dan Berani menentang kekuasaan.



MATUR SUWUN CAK !! :
Mereka Takut Kalau Andik Vermansyah Di Mainkan
Semoga Artikel Bonek ini bermanfaat, sesuai dengan kriteria yang anda cari di Mereka Takut Kalau Andik Vermansyah Di Mainkan






 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons
//PART 2