Figur Bapak Coki Manurung : Kapolrestabes Surabaya sebelumnya yang dikenal deket dengan Bonek

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa pertandingan lanjutan Indonesia Premier League (IPL) yang harusnya hari ini Minggu tgl 8 April 2012 berlangsung antara tuan rumah Persebaya melawan PSMS Medan di gelar di tunda karena sulitnya ijin pertandingan yang di keluarkan oleh Polrestabes Surabaya yang punya kewenangan dalam keamanan wilayah surabaya. Bapak Kapolrestabes Surabaya yang baru menjabat ini menggantikan Bapak Coki Manurung yang sebelumnya di kenal deket dengan Bonek, banyak kenangan yang dirasakan Bonek ketika Surabaya di pimpin kapolrestabes sebelumnya yaitu Bapak Coki Manurung, karena figurnya memang di kenal merakyat, bahkan sering cangkrukan dengan Bonek di warung-warung kopi pinggir surabaya. Memang pergantian figur pimpinan tentunya merubah kebijakannya. Ketika jamannya Bapak Coki, begitu mudahnya Bonek luluh dan merasa di ayomi, bahkan dalam partai-partai penting/ krusial yang rawan kerusuhan pun, Bapak Coki berani menjamin keamanan surabaya. Itulah seharusnya figur pimpinan lembaga kepolisian di Indonesia yang selalu berani menjamin keamanan wilayahnya. Kembali soal batalnya pertandingan sore ini. Ketika pimpinan baru di lembaga kepolisian wilayah surabaya ini menggagalkan pertandingan yang sudah di nantikan di Surabaya, maka Bonek pun berteriak "Lantang" ... Kembalikan Bapak Coki Manurung pada kami !!, Semoga figur pimpinan polrestabes surabaya yang baru ini, yaitu Bapak ... (emboh gak ngerti jenenge sopo:p) bisa meneruskan langkah-langkah kebijaksanaan dalam pendekatannya dengan elemen-elemen suporter di surabaya, karena bagaimanapun kondusif nya Surabaya tak lepas dari peran warganya, dan salah satunya elemen suporter. Tirulah Bapak Coki Manurung Bapak Kapolrestabes Surabaya sebelumnya. Dalam kondisi apapun keamanan Surabaya tanggung jawab anda, dan yang harus Bapak pahami, sekarang atau besok yang namanya Surabaya tak pernah lepas dari BONEK. Anda bersedia menjabat lembaga pimpinan yang mebawahi keamanan di Surabaya, artinya anda harus siap BERANGKULAN dengan BONEK atau Justru BERHADAPAN dengan BONEK.

Berikut figur Bapak Coki Manurung yang semoga bisa di lanjutkan oleh pimpinan yang baru ini :

Sukses Dekati Bonek


Kota Surabaya tidak bisa dilepaskan dari Bonek Mania, kelompok suporter tim sepakbola Persebaya. Sudah menjadi hal wajar setiap Persebaya bermain di kandang, Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, tidak pernah sepi. Puluhan ribu suporter tumpah ruah di kawasan Tambaksari.

Menurut Coki, Bonek bukan kelompok suporter yang harus ditakuti. Citra bonek di luar yang terlanjur dicap negatif mampu diredamnya. Setiap kali bertanding, sudah tidak ada lagi kerusuhan. Bahkan meski kalah dari tim tamu, bonek sudah bersikap dewasa dan menerima kekalahan.

"Terbukti saat kalah melawan Semen Padang dan Persiba Bantul dengan skor yang sama, 0-1. Bonek tidak melakukan protes berlebihan dan menerima hasilnya. Itu tandanya bonek sudah dewasa dan tidak seperti yang orang kira," ucapnya.

Ia mengaku sengaja mendekati dan kerap berdiskusi dengan pimpinan-pimpinan bonek. Tidak hanya komunikasi di kantornya, tapi sering juga dilakukan di tempat-tempat umum seperti warung kopi dan makanan di pinggir jalan.

"Bonek itu sama seperti lainnya. Bisa diajak berdiskusi dan memiliki ide serta inovasi. Sebagai keamanan, kami harus mengerti dan tahu apa yang diinginkan bonek. Makanya komunikasi hati ke hati sangat perlu. Saya salut kepada bonek dan pasti rindu bonek," kata Coki.

Setiap kali pertandingan di Surabaya, Coki Manurung beserta pimpinan satuan di Polrestabes berkeliling stadion menyalami dan menyapa ribuan bonek di tribun. Hasilnya ampuh, senyum dan sapa polisi membuat hati dan psikologi penonton nyaman.


Berita Ketika Pak Coki Berkeliling Stadion
Pamitan pada BONEK di akhir jabatannya












0 Tulis Komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons
//PART 2