Green Force 2008

TAHUN 2008 adalah tahun kebangkitan kembali. Arek-arek Suroboyo bersatulah! Bangun kembali pamor, kehormatan, martabat, dan kejayaan!

Konflik internal pengurus adalah dinamika dan romantika kehidupan Green Force -julukan Persebaya. Hikmahnya amat besar bagi kita semua
Kini, marilah kita bersama-sama fokus pada perjuangan besar memperoleh dana besar demi kelangsungan hidup Persebaya. Cak Arif Afandi, Ketum Persebaya, telah berikrar siap berjuang total untuk menjadikan Persebaya sebagai klub mandiri. Artinya, tak bergantung lagi pada APBD.

Bahkan, dia rela melepas kedudukan sebagai ketua umum Persebaya agar bisa konsentrasi penuh membangun PT Persebaya. Dia hanya akan menjadi general manager PT Persebaya. Namun, klub-klub meminta dia tetap menjadi Ketum dan sangat mendukung pembentukan PT.

Komitmen seperti itu sangat penting. Kami jadi teringat kepada Pak Bos - sapaan akrab Chairman Jawa Pos Group Dahlan Iskan- ketika masih muda dulu. Pada 1982, ketika dia mulai memimpin Jawa Pos, betapa hebat semangat, tekad, dan komitmen Pak Bos untuk menjadikan koran daerah ini sebagai "matahari" baru dalam jagat surat kabar harian Indonesia. Waktu itu, matahari koran Indonesia adalah koran Jakarta. Koran-koran di daerah diibaratkan hanya sebagai planet dan satelit. Yakni, kaum pinggiran yang kecil.

Tiras Jawa Pos saat itu masih 6.500 eksemplar per hari. Yang pasti, kini Jawa Pos benar-benar telah menjadi "matahari" di Indonesia. "Di timur, matahari telah bersinar. Bangun dan berdiri kita semua!"

Cak Arif pun kini mengikrarkan tekad kuat membangun PT Persebaya. "Kebahagiaan saya adalah berhasil mengantarkan Persebaya menjadi klub mandiri di sisa masa jabatan sebagai Ketum," kata Cak Arif dengan sinar mata menyala-nyala. Semoga berhasil.

Persoalan urgen yang menjadi pertanyaan klub-klub anggota Persebaya dan seluruh suporter, sudahkah Cak Arif berhasil menggaet investor? Kalau sudah, besarkah dana segar yang segera bisa dicairkan untuk membangun tim Green Force 2008? Cukupkah?

Persebaya tak boleh ketinggalan kereta lagi dalam persiapan tim. Sebab, tim-tim lainnya sudah start.
* * *
Alhamdulillah, pengurus telah mengontrak manager coach Freddy Muli. Tak ada suara penolakan sama sekali ketika nama Freddy diumumkan. Sangat berbeda ketika nama Suhatman Imam diumumkan jadi pelatih Persebaya. Kritik tajam dan keras datang bertubi-tubi. Persebaya pun akhirnya memang terpuruk di papan bawah. Kalah dengan Persijap Jepara, Persela Lamongan, Persiter Ternate. Menyedihkan.

Kita berharap, akhir Februari ini Cak Arif mengumumkan siapa investornya dan tersedia dana segar yang cukup untuk merekrut pemain-pemain berkualitas. Semoga.

Kembali pada pembentukan PT Persebaya, kita tentu berharap sang investor adalah konglomerat. Sebagai brand (merek), berapa nilai atau harga Persebaya di mata investor? Itulah yang kita tunggu-tunggu. Klub-klub internal Persebaya dan pemkot akan mendapatkan saham goodwill. Semuanya akan disediakan (disetorkan) oleh investor. Namun, belum ditetapkan berapa persen saham untuk 30 klub/yayasan anggota Persebaya dan pemkot.

Dalam diskusi kami dengan Cak Arif pada Sabtu pagi lalu, insya Allah nilai saham rata-rata per klub cukup signifikan. Tentu berbeda nilai saham klub kelas utama, kelas satu, dan kelas dua.

Bila telah menjadi PT, perekrutan pemain asal klub/yayasan pemegang saham berstatus jual beli. Nilainya tentu lebih besar daripada sekadar uang pembinaan. Dengan begitu, pemain tersebut akan menjadi milik tim Persebaya. Klub asal akan mendapatkan fee bila kelak pemain itu ditransfer oleh Arema atau Persija, misalnya. Bila Persebaya memperpanjang kontrak pemain tersebut, klub asal juga mendapatkan fee.

Karena itu, kontrak tiap pemain yang performanya cemerlang akan diperpanjang di pertengahan putaran kedua kompetisi 2008. Tentu, nilai kontraknya akan membesar. So, bila ada klub lain merekrut pemain tersebut di akhir putaran kedua, mereka harus bayar uang transfer kepada Persebaya. Sebab, status pemain itu masih terikat kontrak alias not free transfer. Selanjutnya, PT Persebaya akan memberikan fee kepada klub asal.

Diperkirakan, detail pengaturan fee, pembagian dividen, dan sebagainya bakal menjadi perdebatan seru. Itulah bagian yang mungkin memerlukan waktu panjang untuk menemukan titik kesepakatan. Titik krusialnya, antara lain, berkaitan dengan parameter apa yang digunakan untuk menentukan nilai dividen dari setiap klub? Apakah klub yang andil mengorbitkan pemainnya masuk tim Persebaya bakal memperoleh dividen lebih besar? Makin banyak pemainnya masuk Persebaya, makin besar pula dividennya? Dengan begitu, klub yang produktif punya dana cukup untuk melakukan talent scouting ke segala penjuru.

Kita tunggu saja bagaimana rumusannya kelak. Itulah bagian dari kehidupan klub profesional yang sebenarnya. Maka, seluruh komponen akan bekerja keras menggalang uang. Klub-klub berlomba "menciptakan" pemain berkelas. Konsekuensinya, klub-klub harus memiliki pelatih yang pintar mencetak pemain.

Para pemain lokal dan asing juga terpacu meningkatkan performa agar kelangsungan hidupnya lebih terjamin. Manager coach juga akan all out mengantarkan tim ke posisi puncak. Berjaya di putaran satu dapat bonus khusus, apalagi berjaya di akhir kompetisi.

Tapi, bisakah rencana apik tersebut terlaksana? Kita tidak bisa berandai-andai. Semuanya bergantung dari tekad kuat, kecerdasan, konsistensi, dan ketulusan segenap komponen.

Rawe-rawe rantas, malang-malang putung! Sukses PT adalah sukses Green Force. Kami bukan pengusaha top, bukan direktur, apalagi komisaris. Kami, rakyat Persebaya, hanya punya keyakinan bahwa Persebaya bisa melewati perubahan radikal tersebut dengan baik. Semoga Allah melimpahkan kemudahan dan rahmat kepada Persebaya dan para pendukungnya. Amin



MATUR SUWUN CAK !! :
Green Force 2008
Semoga Artikel Bonek ini bermanfaat, sesuai dengan kriteria yang anda cari di Green Force 2008






0 Tulis Komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons
//PART 2